Jumat, 06 Maret 2020. BPPTL Jakarta menggelar Upacara Penutupan Diklat Train The Simulator Trainer and Assessor (TOT IMO Model Course 6.10) di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Upacara dipimpin oleh Kepala BPPTL Jakarta, Capt. Dian Wahdiana, MM, didampingi oleh Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan, Dr. Lilly Apriliya Pregiwati, S.Pi., M.Si serta oleh Capt. Bharto Ari Raharjo, M.Si selaku Kabid Pelatihan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut.

Laporan Pendidikan dibacakan oleh Kepala Seksi Gardik Fungsional, Asri Dwi Sulisstiana, M.M.Tr. Dalam Laporan Pendidikan tersebut, sejumlah 29 Peserta Diklat TOT 6.10 telah dinyatakan lulus dengan persentase kelulusan sebesar 100%.

Kepala BPPTL Jakarta dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada peserta yang telah berhasil menempuh Diklat TOT 6.10 ini. Kepala BPPTL juga berpesan agar peserta dapat mengimplementasikan serta mengembangkan ilmu yang telah diperoleh yang terdiri atas pengetahuan mengenai cara mengajar, menguji, serta melakukan assessment bidang simulator, mengembangkannya dengan menyesuaikan sesuai dengan penggunaan simulator untuk pelayaran kapal ikan.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan, Dr. Lilly Apriliya Pregiwati, S.Pi., M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa Dengan diberlakukannya Ratifikasi STCWF-1995, maka semua standar yang ditetapkan di dalam STCWF-1995 ini harus dipenuhi. Terdapat PR besar setelah diberlakukannya Ratifikasi STCWF-1995 di Indonesia yakni, diperlukannya sertifikat kompetensi yang harus dimiliki oleh Pelaut Kapal Ikan.

Sejalan dengan Program Pemerintah yang mengupayakan investasi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan berlakunya Ratifikasi STCWF-1995 di Indonesia, tentunya perlu mempersiapkan Instruktur di lingkungan Badan Diklat dibawah Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP). Hal ini merupakan dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM Kelautan dan Perikanan yang bersertifikasi.

Beliau berharap, kepada para Instruktur khususnya yang telah mengikuti Diklat TOT 6.10 ini, mampu mempersiapkan implementasi yang sesuai dengan STCWF-1995. Di tahun 2021, telah dibentuk rencana pengadaan simulator di setiap Lembaga Pendidikan dan Pelatihan di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dalam hal ini telah dipetakan melalui pendekatan banyaknya Nelayan ataupun Peserta di Lembaga-lembaga Diklat di Lingkungan KKP yang menjadi sasaran Pendidikan dan akan bekerja di Kapal-Kapal Luar Negeri. Diperkirakan telah dipetakan pengadaan Simulator ini sejumlah 21 titik.

Diharapkan, setelah mengikuti Diklat TOT 6.10 ini, Para Instruktur yang telah mendapat ilmu pengetahuan yang cukup mengenai penguasaan simulator, untuk dapat memberikan masukan. Selain itu beliau berharap, dengan diberlakukannya Ratifikasi STCWF-1995 ini dapat dipersiapkan secara serius oleh setiap Aparatur.

“Kita wujudkan bahwa kita sebagai Lembaga Pendidikan di Kementerian Kelautan dan Perikanan siap untuk bisa menyiapkan Sumber Daya Manusia yang mampu dan berkompetensi untuk bekerja di Kapal-Kapal besar di Luar Negeri, yang bisa juga, suatu hari akan ada Kapal-Kapal Ikan Besar di Indonesia. Kita harus bisa, lebih dari yang seharusnya.

Tidak boleh ada sesuatu yang direkayasa, tidak boleh ada sesuatu yang tidak memenuhi standar. Saya mohon kita berusaha, setiap standar yang telah ditetapkan bisa kita penuhi. Ini tidak mudah, saya tidak mungkin bekerja sendiri, kita harus bekerja bersama. Jangan sungkan untuk memberikan pendapat dalam mengembangkan Pendidikan di Lingkungan KKP, karena tentunya masukan ini adalah untuk kebaikan khususnya untuk Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan dan seluruh Badan Diklat dibawah Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP)

Tetap semangat untuk memberikan yang terbaik, sehingga apa yang kita cita-citakan bersama-sama kita wujudkan” ujar Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan.

Diakhir sambutan, beliau menyampaikan bahwa kedepan akan masih ada Kerjasama-Kerjasama yang akan dijalin dengan BPPTL Jakarta dan harapannya kerjasama ini akan terus berlanjut secara terus menerus.

Upacara Penutupan Diklat ini ditandai dengan pelepasan Tanda Peserta oleh Kepala BPPTL Jakarta. Upacara diakhiri dengan pemberian selamat kepada seluruh Peserta Diklat dan Diakhiri dengan Sesi Foto Bersama.