Senin, 9 Maret 2020. BPPTL Jakarta menggelar Upacara Pembukaan Diklat yang dipimpin oleh Kabid Pelatihan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut, Capt. Bharto Ari Rahardjo, M.Si, selaku Inspektur Upacara. Didampingi oleh Kepala BPPTL Jakarta, Capt. Dian Wahdiana, MM serta Mr. James perwakilan dari Australian Maritime Safety Authority (AMSA).

Dalam upacara pembukaan diklat tersebut diawali dengan pembacaan Laporan Pendidikan oleh Kepala BPPTL Jakarta. Dalam laporan pendidikan tersebut, dilaporkan sebagai berikut :

  1. Program Diklat Marine Inspector Type A, memiliki 295 Jam Pelajaran atau setara 38 hari kalender. Jumlah peserta = 30 orang
  2. Program Diklat Pengukuran Kapal SDP Angkatan I, memiliki 420 Jam Pelajaran atau setara 59 hari kalender. Jumlah peserta = 30 orang
  3. Program Diklat TOT IMC 6.10, memiliki 50 Jam Pelajaran atau setara 50 hari kalender. Jumlah peserta 19 orang.

Metode pembelajaran menggunakan proses belajar mengajar secara Blended Learning meliputi Ceramah, Diskusi, E-Learning dengan Menggabungkan Konsep Inovasi dari Didi Peserta dengan Teori dan Praktek yang didapatkan selama proses pembelajaran.

Selanjutnya Upacara Pembukaan ditandai dengan penyematan Tanda Peserta kepada masing-masing Perwakilan Peserta Diklat

Inspektur Upacara dalam sambutannya mengucapkan Selamat Datang kepada seluruh Peserta Diklat BPPTL Jakarta. Kepada peserta Diklat Marine Inspector Type-A, Inspektur Upacara berpesan bahwa kedepan akan ditemui tantangan-tantangan yang akan dihadapi. Diantaranya adalah Tuntutan Pengguna Jasa Transportasi Laut Nasional maupun Internasional yang memerlukan peningkatan pelayanan yang lebuh efisien dan strategis.

Pertumbuhan Industri Maritim secara global yang semakin pesat yang diiringi dengan meningkatnya arus lalu lintas pelayaran secara Domestik maupun Internasional menuju Area Pelabuhan. Diperlukan peningkatan kualitas SDM aparatur terkait dengan operasional baik terhadap kapalnya maupun dalam tingkat pengawasan dan penegakan hukum dalam rangka mengantisipasi apabila terjadi insiden dan kecelakaan kapal.

Selanjutnya, kepada peserta diklat Pengukuran Kapal SDP Angkatan I, Inspektur Upacara berpesan untuk mengikuti pembelajaran dengan baik dan penuh tanggung jawab. Mengingat dalam setiap pelaksanaan Pengukuran Kapal yang digunakan harus diukur oleh Petugas Ahli Ukur Kapal yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan No 6 Tahun 2005.

Kepada peserta Diklat TOT IMO Model Course 6.10 ini merupakan program pelatihan yang diperuntukkan bagi tenaga laboratorum simulator dan bertujuan menyiapkan perencanaan sistem dan instruksi pengajaran yang efektif, pemilihan metode dan bahan pengajaran yang tepat, serta peenyelenggaraan proses evaluasi dari hasil pengajaran. Diharapkan peserta dapat mengikuti pembelajaran dengan baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengajar yang memiliki kualitas dan kompetensi yang terstandar.

Mr. James dalam sambutannya menyampaikan terima kasih telah menyertakan AMSA sebagai pengajar pendukung dalam pelaksanaan Diklat Marine Inspector Type A di BPPTL Jakarta. Ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Australia dalam rangka mewujudkan Safety pada kegiatan Pelayaran di Indonesia.

Beliau mendorong para peserta Diklat untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan dilandasi dengan kerja keras, mengingat tanggung jawab besar yang akan ditanggung kedepan sangat besar. Dalam hal ini merupakan tanggung jawab besar dalam menangani Inspeksi Keselamatan Kapal di Indonesia. Untuk mewujudkan Safety Record yang baik dalam Penyelenggaraan Inspeksi Keselamatan Kapal di Indonesia.